Riana penasaran

1220 Kata

Riana panik, ia pergi kerumah sakit hanya bersama Pak Sobar. Sanusi tengah ada kunjungan tugas, jadi Riana tak berani untuk menganggu. "Ya Allah, semoga tak terjadi apa-apa dengan Wiwin." Riana terus saja berdoa. Ia kalut dalam gelisah. Suara roda brangkar terdengar nyaring. Memasuki rumah sakit badan Riana bergetar. Ia sampai lupa belum makan siang sampe sesore ini. Pikiran yang kalut dengan kondisi Amel dan menyuapi Amel untuk makan. Membuat ia justru lupa pada dirinya sendiri. Hampir saja oleng, saat pintu IGD di tutup. "Ibu ngga papa?" tanya Pak Sobar. "Ngga papa lemas saja!" ujarnya berbohong. "Saya belikan minuman ya?" Tawar Pak Sobar. Riana hanya mengangguk. Kepergian Pak Sobar, Riana duduk di bangku. Ia merogoh tasnya. Dia sampai lupa memberi tahu Hera dan Bibik kalau dia p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN