Arthur semakin menggenggam erat jemari sang mama. “Ma!” Panggil Arthur dengan nada suara bergetar, Dina menatap anaknya dengan air mata meleleh. “Nak!” panggil Dina dengan nada suara sendu. Arthur memeluk mamanya dengan erat. Perasaan Arthur bercampur aduk, ada rasa kasihan , sakit hati dan benci. Arthur mengurai pelukannya dan menatap mamanya dengan wajah sendu. “Ma—“ “Mama sudah tahu semuanya.” Kata Dina memotong omongan Arthur. Arthur dan Bintari di buat kaget mendengar ucapan mamanya, Arthur menatap heran mamanya. “Sejak kapan tante tahu?” tanya Bintari mewakili Arthur yang masih syok. Dina menatap Arthur dengan tatapan yang sulit di artikan. “Sudah beberapa bulan yang lalu.” Kata Dina dengan tatapan masih menatap anak semata wayangnya. “Kenapa Mama gak pernah cerit

