P 200 J Bab 33

1409 Kata

"I … iya, saya." Jawabanku sedikit tergagap. Sejenak pria muda itu terdiam, mengamatiku. Keningnya sedikit berkerut saat melihat ke arah perutku. Raut wajahnya seketika berubah, entah apa yang sedang dia pikirkan. "Siapa?" tanya Santi, tanpa memelankan suaranya. Aku mengangkat sedikit bahu, kemudian kembali menurunkannya sebagai jawaban. Pria muda itu terlihat canggung, dia menggaruk tengkuknya. Wajahnya terlihat bingung beberapa saat kemudian. Aku hanya melihatnya dengan rasa bingung juga. "Ada apa ya, Mas, ya?" tanya Santi kemudian. "Em, maaf, mu … mungkin saya salah orang," ucapnya kemudian, sekarang ekspresi wajahnya berubah dan terlihat gelisah. "Kok, bisa bener sebut nama kalau salah orang," celetuk Santi kemudian dengan tatapan tajam ke arah pria itu. Pria itu semakin terlih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN