Part 55 Aku yakin, Tuhan akan memberi jalan yang terbaik. Selalu berdoa, untuk niat baik kita. Semoga segala urusan dapat terselesaikan. Tak banyak yang bisa aku lakukan selain berdoa dan memberikan dukungan untuknya. "Sayang, sudah makan?" tanyaku pada Kenzi. Pria itu menggeleng. "Apapun kondisinya, bagaimanapun perasaan kita, harus tetap jaga kesehatan. Gimana bisa bekerja dengan baik dan fokus, kalau sampai sakit. Sarapan dulu, ya?!" Aku berkata sambil menangkup wajah tampan yang sedikit muram itu. Nampak beban pada sorot matanya. "Sedang tak ingin makan yang berat." Kenzi menjawabku. "Segelas kopi, dan roti mungkin?" tanyaku kemudian. Pria itu mengangguk pelan, menarik tubuhku merapat padanya. Sekilas sebuah ciuman menyapa bibirku. "Sayang, terima kasih," ucapnya kemudian. L

