XXII

1350 Kata

“Pengembaraanku yang jauh, menghentikanku padamu. Titik akhirku.” -             Senja sudah sampai di kantornya, benar benar hari yang melelahkan padahal ini masih terlalu pagi.             “Ja? Senja?” suara Bram membuat Senja langsung membalikan badan, menatap laki laki itu yang sedang setengah berlari ke arahnya dengan langkah lebar, cepat dan terburu buru.             “Sabar Bram, lagi engga antri sembako.” Sindir Senja, dan Bram hanya nyengir karena sindiran Senja itu.             “Cocok nih gue buat jadi kuli panggul di Bulog.” Ucap Bram dengan cengengesan sembari sesekali. Laki laki itu sudah mengusap peluhnya pagi ini, Bram adalah contoh nyata seorang pencari berita yang sesungguhnya. Walaupun Senja kompeten di bidangnya, Bram lebih mahir dan gesit seperti bandit. Bahkan, ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN