Dan saat itu juga Shilla sudah koyak sepenuhnya. Harapannya mati total. Tubuh Shilla melemas. Ia kekurangan banyak darah dan saat itu juga pintu itu terbuka. “Jangan sampai Arka tau masalah ini. Atau kamu juga ikut mati.” Tangan itu dengan semrawut melepaskan ikatan tangan Shilla. Dan tanpa perlu menunggu jawaban. Mertuanya itu keluar meninggalkan Shilla tanpa peduli, kondisi Shilla antara hidup dan mati. Dengan bibir pucat dan terseok seok. Shilla bangkit. Menatap gumpalan darah itu. “Maafin Bunda…” isak Shilla. Saat itu juga, Shilla sudah ssepenuhnya koyak. Hidupnya, hatinya, dan juga harapannya. One Night ( Stand ) Hari itu, Shilla terkoyak koyak menuju rumah sakit. Tapi Ia di hantam kenyataan. Anaknya sudah mati, bah

