XIII

1173 Kata

“Takdir Tuhan terasa mengecewakan. Entahlah... aku banyak berharap rupanya.” -             Tama menutup ponselnya dengan sangat kesal. Ia tau, Senja sedang sibuk bertelfonan dengan orang lain. Bahkan pesan WhatssApp-nya sedang di abaikan. Apa lagi kala Tama mengetahui Senja sedang berada di panggilan lain.             Perempuan bodoh mana yang tak mengerti kalau orang yang menelfonya di jam jam tidak wajar seperti ini pasti memiliki maksud lain untuknya.             “Kenapa perempuan itu bisa cerdas dan bodoh  secara bersamaan.” Kesal karena Senja benar benar berbanding  terbalik. Kalau perempuan selalu menyalahkan laki laki sebagai makhluk paling tidak peka. Maka Tama menaubatkan Senja sebagai wanita satu satunya yang tidak peka dan tingkatnya sudah sangat menyebalkan.             “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN