“Takdir Tuhan terasa mengecewakan. Entahlah... aku banyak berharap rupanya.” - Tama menutup ponselnya dengan sangat kesal. Ia tau, Senja sedang sibuk bertelfonan dengan orang lain. Bahkan pesan WhatssApp-nya sedang di abaikan. Apa lagi kala Tama mengetahui Senja sedang berada di panggilan lain. Perempuan bodoh mana yang tak mengerti kalau orang yang menelfonya di jam jam tidak wajar seperti ini pasti memiliki maksud lain untuknya. “Kenapa perempuan itu bisa cerdas dan bodoh secara bersamaan.” Kesal karena Senja benar benar berbanding terbalik. Kalau perempuan selalu menyalahkan laki laki sebagai makhluk paling tidak peka. Maka Tama menaubatkan Senja sebagai wanita satu satunya yang tidak peka dan tingkatnya sudah sangat menyebalkan. “

