XI

1437 Kata

“Di tiap potongan waktu yang Tuhan ciptakan, di sana... terselip sebuah kerinduan.” -             Senja terus memikirkan kata kata mertuanya tempo hari. Sekarang, ia bahkan sudah kali ke tujuh menatap layar ponselnya yang masih hitam tak menunjukan notifikasi apapun. Senja perlahan tersenyum sengit.             “Dasar Senjana bodoh!! Itu mungkin hanya pernyataan bodoh atau mungkin pancingan.”             Senja memasukan ponselnya ke kantong sakunya. Memasukan ponsel itu dengan tanpa minat lagi untuk menatapnya. Jam makan siang kali ini ia akan segera menuju ke sebuah perusahaan dalam bidang IT untuk mewawancarai salah satu presdirnya.             Seorang yang sangat misterius, membangung sebuah badan untuk riset sendiri tanpa bantuan pemerintah. Benar benar berkembang pesat. Aplikasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN