“Kamu bisa pulang ya berarti kamu bisa pulang.” Arka mulai sewot karena ia tak akan bisa mengutarakan alasannya. Karena hanya dengan suara anak kecil yang bahkan belum bisa mengeja huruf ‘R’ hanya karena suara polos itu. Ia luluh!!! “Pak Arka…” “Saya mau mengerjakan semua di sini. Sendirian. Saya sudah tidak butuh bantuan kamu.” Labil! Kenapa engga dari tadi pagi aja! Sekarang uang kado Arsen harus di pake buat tiket pesawat! Shilla tersenyum, tapi mengumpat di saat bersamaan. Ini yang di namakan multitasking. “Terima kasih Pak.” Arka hanya terdiam dan melanjutkan makan. Mendengar sapaan pamit Shilla dan perempuan itu pergi mengemasi barang barangnya. Hati Arka sedikit tak rela. Arka mencengkeram kepalanya tanpa Shilla ketahu

