“Kamu engga tau kalau pisau itu tajem Mas?” tanya Shilla, terang terangan mengancam Arka dengan kilatan pisau di tanganya. Arka begidik ngeri dengan kilatan pisau itu. “Sedetik lagi Shill, karena ngurus istri yang ngambek itu butuh energi ekstra. Makasih ya udah repot repot masakin buat aku sama Arsen, aku pamit dulu buat nemenin Arsen main.” Kilah Arka mencari cari alasan yang tepat untuk kabur. Dan Arka benar benar melepaskan pelukannya dan kembali ke kamar, menemani Arsen bermain robot robotan. Shilla menghembuskan nafas dengan sangat lega. Akhirnya, bentengnya tak lagi runtuh. Tak boleh runtuh. Hingga di masa depan nanti, Shilla bisa menutupi semua luka berdarah darahnya dan menghadapi Arka dengan sangat tegar. Aku baik baik saja. Gimana

