XXIV

1787 Kata

“Sejujurnya, aku takut jatuh cinta kalau kisahnya mesti seperti ini....” -             “Kami sudah berenam.” Desis Tama dengan geram menunjukan penolakan, kalau Devano ataupun Sarah. Tidak di perbolehkan duduk satu meja dengan mereka berdua. Senja menatap Tama dengan pandangan yang berlainan.             “Sayang sekali, padahal saya ingin membincangkan masalah pekerjaan dengan Senja...” Devano melirik Senja dengan penuh arti, sedangkan Senja sudah terarah pada Sarah. Bagaimana mungkin perempuan itu terang terangan memperhatikan Tama sebegitu intesnya?!             “Ini jam istirahat makan siang, yang berarti semua pekerjaan akan di lanjutkan begitu waktu istirahat habis.” Babat Tama, ia benar benar tak suka dengan cara Devano mendekati Senja. Hei! Senja sudah bersuami, dan suaminya ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN