Dengan langkah terburu Pria itu membelah koridor tiap gedung juga kerumunan manusia. Tanpa peduli teriakan protes ataupun pekikan sakit orang yang terjatuh akibat ulahnya. Yang ada di otaknya hanya menemukan Yeji. Menemukan sesegera mungkin sebelum terlambat. "Tadi dia bilang lagi laper banget jadi duluan ke Kantin." Info dari kekasih Bomin itu nyaris membuat Jeno terkena serangan jantung mendadak. Seharusnya info itu tidak mengejutkan andai saja, hanya saja andai ia tidak menaruh curiga pada seorang pria paruh baya yang menggunakan kostum koki sedang memperhatikan kekasihnya dari luar jendela kelas. Koki tidak pernah berada dimanapun kecuali di dapur, karena ada peraturan tersendiri. Jeno ingin berpositif thinking kalau koki itu adalah karyawan baru yang penasaran, tapi saat ia diam-
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


