Dibawah terpaan sinar senja, kedua insan itu masih diam dan terlarut dalam pikiran masing-masing dalam mobil SUV hitam yang membelah jalanan. Yeji agak merutuki keputusannya yang memilih untuk ikut dengan Jeno. Jika tahu akan canggung seperti ini lebih baik ia menetap di camp. Yeji mendengus karena bisa-bisanya rindu itu masih saja mendatangi saat kesal sehingga mau tapi mau dia menyutujui ajakan pria disampingnya ini. Jeno sendiri bingung harus memulai percakapan seperti apa. Sudah jelas dia tidak bisa berbasa-basi di tambah hubungan antara dia dan Yeji sedang dalam fase rawan. Sekali lagi Jeno memaki diri sendiri karena terus mengulur waktu untuk memberitahu Yeji soal pertunangannya. Ck. Sudah terlambat untuk menyesal. Sekarang ia hanya harus memperbaiki kerusakan yang ia buat. "Ki

