Dua pilihan yang Jeno beri membuat Yeji mendengus kesal. Pilihan macam apa itu? Yeji bisa menjawabnya tanpa harus berpikir. "Maksud nya berenti dan pergi apa?! Kita putus gitu? Saat baru satu hari jadian?!" Omel Yeji pada Jeno yang amarahnya seketika menguap entah kemana. "Ya kalau kamu gak percaya aku bisa jagain kamu, kamu boleh mundur. Aku gak akan maksa kamu buat ikut aku." Yeji berdecak lalu melepaskan diri dari genggaman Jeno dan melipat tangannya di d**a. "Kalau jadi pasangan aku, kamu harus biasa sama ancaman dan bahaya." Ujar Jeno sambil mengelus rambut panjang gadisnya yang masih cemberut. "Jadi, mau berenti atau ikut aku?" Kepala Yeji bergerak menjauhan tangan Jeno. "Ya ikut kamu lah!" Jeno tertawa melihat muka kesal Yeji. Wajah kesal yang ajaibnya menggemaskan. "Sensi

