BAB 32

980 Kata

Selesai makan bersama, Alessia langsung menuju ke apartemen Mahesa. Sampai disana, Mahesa sudah mondar-mandir dengan jari di bibirnya panik dan hanya memakai kolor saja. “Ma-” “Sa, kok lo lama banget sih,” rengek Mahesa yang kemudian menarik Alessia menyuruhnya duduk. “Tenang oke,” “Nggak bisa. Nyokap gue nyuruh gue nemuin tuh cewek besok!” “Yaudah temuin aja. Lo tinggal bilang nggak cocok sama dia!” balas Alessia. “Gue bukannya kepedean ya Sa. Tapi fisik kek gue ini di puja seluruh wanita di bumi ini!” balas Mahesa dengan menepuk-nepuk wajahnya. “Narsis!” balas Alessia jijik. Meski begitu, apa yang dikatakan Mahesa benar. Mahesa lebih tampan dari Daniel. Wajah campuran dari orang tuanya benar-benar sangat mempesona. “Kalo sampe cewek itu nanti suka gue- mati gue!” balas Mahesa pan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN