Mahesa menatap papanya Alessia lekat. Semalam, Alessia menelfonnya sembari menangis terisak karena papanya sakit dan tidak memberitahunya. Tapi ia tak menyangka bahwa Arva sakit separah ini. Kata Alessia semalam papanya masih bisa jalan dan sekarang papanya sudah tidak bisa jalan. Mahesa sendiri membawakan kursi roda yang di minta oleh Alessia siang tadi. Arva menunjukan tumpukan berkas untuk Mahesa yang sudah ia siapkan semalam. Mahesa mengambil berkas tersebut lalu duduk di tepi kasur Arva. “Gimana om, udah baikan? Kenapa nggak di rawat di rumah sakit aja?” “Nggak, om rawat jalan aja. Kalau nanti di rumah sakit, kasian Alessia sendirian jagain om.” Mahesa ikut khawatir sekarang. “Lessia sekarang dimana?” tanya Mahesa. Ketika ia sampai sore ini, Alessia sudah tidak ada. “Om suruh be

