Alessia tidak bisa tertidur tenang. Ia langsung bangun dan menyapa nenek Gina ketika matahari sudah mulai muncul. Nenek Gina menerima Alessia dengan baik. Tak ada kemarahan ataupun kebencian dimatanya. Nenek Gina bersyukur Alessia mau datang kesini menjenguk putranya. “Nekk...,” “Keenan disini.” saut nenek Gina. Alessia mendengar suara langkah kecil. Tak butuh waktu lama sang empu pun datang dengan mengucek satu matanya. “Sini,” suruh neneknya. Keenan langsung memeluk neneknya erat. Alessia menatapnya tanpa kedip. Ia tak percaya bisa melihat Keenan dengan matanya sendiri. Terakhir kali ia melihat Keenan ada di rumah sakit dengan bantuan alat medis yang menempel banyak di tubuhnya. Saat ini, Keenan bahkan bisa berjalan dengan kakinya sendiri. “Keenan, kenalin. Orang didepan ini mamany

