Berlian duduk di tepi pantai dengan menggelar kain. Tak lama putra dan putrinya datang bersama Mahesa membawa selancar. Badan Mahesa sangat bagus dengan roti sobek yang menempel, selain itu wajahnya juga sangat menawan. Bahkan sekarang banyak wanita yang melihat ke arahnya. Dan ada beberapa mendekati Mahesa meminta foto bersamanya. Mahesa menurutinya. Berlian berfikir kapan waktu yang tepat untuk memberitahu anaknya tentang Mahesa mengingat besok adalah hari terakhir mereka berada disini. Jika ia tak salah ingat, Mahesa akan langsung terbang ke Amerika. Dan setelah itu mungkin saja mereka tidak akan bertemu. “Aku surfing dulu ya. Kalian makan aja dulu!” Berlian, Gavin, dan Lessia menganguk. Mereka pun memesan makanan. Sementara Mahesa pergi ke arah laut. “Gimana tadi, seru?” “Iya. Tap

