BAB 64

954 Kata

Belum sempat Alessia mengetuk pintu kamar Daniel, Daniel sudah keluar dari sana dengan penampilan sangat rapi. Tak hanya itu, Daniel sendiri beraroma sangat wangi. “Rapi banget, mau kemana?” tanya Alessia. “Bukan urusan kamu!” ucapnya ketus sembari meninggalkan Alessia begitu saja. Terlihat jelas Daniel sedang jengkel dengannya. Alessia mengenggam tangannya, mencegahnya pergi. “Aku mau ngomong bentar,” “Nggak ada yang pelu kita omongin,” “Apaan sih Dan, kok sewot gini sih.” “Kenapa? Nggak suka?” “Iyalah aku nggak suka.” “Kamu bukan siapa-siapa aku jadi nggak ada hak buat marah!” ucap Daniel menahan emosinya. Setiap melihat bibir itu rasanya Daniel ingin mengigitnya. “Oke. Aku cuma mau bilang aku mau bawa Keenan ke Bali abis dari sini buat ketemu mama aku!” “Nggak bisa! Keenan ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN