Daniel sudah tidak peduli bahwa Keenan menunggunya di Vila atau Alessia yang memiliki suami. Dipikirannya saat ini Alessia adalah miliknya. Meski begitu, membayangkan Mahesa pernah menyentuh tubuh Alessia membuatnya kesal. Ia mengingit kasar hingga berbekas ke Alessia. “Dan, sakit.” Daniel diam. Ia kesal. Akan tetapi ketika ia akan memasukan miliknya di Alessia ia sangat kesusahan. Seperti milik Alessia tidak pernah disentuh barang orang lain. Daniel bisa berpikir seperti ini karena dulu ia sering sekali melakukan hubungan badan dengan beberapa orang. “Alessia,” Daniel berhasil memasukan juniornya. Ia menggerakannya perlahan agar Alessia tidak kesakitan. Ketika milik Alessia sudah sesuai dengan miliknya ia memompanya cepat. Alessia benar-benar membuatnya gila. “Faster Dan,” pinta Ales

