Special Part

2641 Kata

“Lan, buruan!” “Bentar sayang!” Alan mengancingkan semua kancing kemejanya, ia menyempatkan merapikan rambut. Sebelum bergegas turun. Di sana, dia melihat banyak makanan yang sudah terjejer di meja. Kekasihnya tengah asik mengobrol dan tak menyadari keberadaannya. Ia mendekat, menyelipkan kedua tangannya di pinggang Melody. “Hai.” Dikecupnya pipi Melody sekilas. “Ngobrolin apa?” “Enggak usah nyium juga, Lan. Malu.” Melody menepuk pelan tangannya agar melepaskan pinggangnya. “Lepasin enggak.” Alan menggeleng, malah dia menaruh dagunya di pundak Melody. “Enggak mau. Aku masih kangen.” “Rumah deketan aja, masih kangen.” Mamanya menggeleng cepat. “Dulu aja, enggak mau sama Melody, sekarang, lengket kayak lem.” “Dulu kan beda.” “Beda apanya?” Melody menoleh. Tatapan mereka beradu satu sa

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN