Mungkin, menyerah padamu adalah yang terbaik. Tak ada pembicaraan antara Arya dan Melody, mereka seperti sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Atau bisa dikatakan hanya satu orang yaitu Melody. Sejak mereka bertemu dan meninggalkan Alan, gadis itu larut dalam lamunan. Arya sendiri sudah berapa kali mengajak Melody berbicara tapi gadis itu hanya memberikan tanggapan seperi hmm, iya, nggak, dan parahnya dia tidak membalas ucapan Arya. "Dek, kamu udah pasti buat ambil kesempatan itu?" Arya mencoba membuka pembicaraan, meski dengan hal yang sensitif. Melody mendesah pelan, lalu memalingkan wajahnya menghadap Arya yang tengah fokus pada jalanan "Ya bang, aku udah pasti. Kan udah beli setengah keperluannya" Melody menunjuk belakang tempat duduknya "Kalau nggak jadi kan mubazir barang-baran

