09. Hati

1926 Kata

Membuka hati setelah sekian lama tertutup itu sulit.   Melody mengerjapkan matanya perlahan, "Aw" ringisnya saat merasakan kepalanya berdenyut. "Kenapa gue jadi tambah sakit sih" gerutunya. Dengan malas dia meraih hp yang berada tidak jauh dari sana. Keningnya mengkerut saat melihat nama siapa yang terpampang di sana. "Arka? Tumben banget. Dapet id Line gue dari mana lagi Arkadwi_P menambahkan anda sebagai teman Arkadwi_P Besok gue jemput. Berangkat Pensi bareng gue Cepet sembuh Melody, sweetdream. "Ini anak kesambet apaan?" gumamnya. Dia masih tidak percaya jika Arka mengirimi Line seperti itu. "Ah bodo deh, lebih baik gue siap-siap" Melody meletakkan hp itu kembali dan bergegas masuk ke kamar Mandi, dengan tangan yang memegang kepalanya yang masih berdenyut. Selang satu jam Melod

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN