"Sayang, nanti aku mau beli tas baru boleh ya?" "Hem." Adrian berguman menjawab pertanyaan Natasha. Wanita yang kini duduk disampingnya itu tersenyum lebar dan kembali mengotak-atik ponselnya. Adrian mengalihkan pandanganya pada bangku belangkang, tempat dimana anaknya itu berada. Mata Adrian bertemu dengan mata hazel anaknya. Tapi, sedetik kemudian pria kecil itu mengalihkan pandangnya ke arah jalan raya. Adrian mengehela nafas, ia belum bisa menjelaskan perpisahannya dengan Nara pada Adrian. Dariel masih terlalu kecil untuk mendengar itu semua. Dan, yang belum diketahui Dariel, Adrianlah penyebab Nara pergi. "Mommy, Iyel mau duduk didepan," ujar Dariel tiba-tiba. Natasha mengalihkan pandanganya dari ponsel menatap anaknya. Wanita berbedak tebal itu menatap anaknya. "Daddy lagi nyetir

