Clekkk... Tangan Adrian terhenti saat hendak memutar kenop pintu ruangan Nara. Pikirannya berkecambuk menjadi satu membentuk benang kusut yang membuatnya pusing. Adrian belum benar-benar siap saat mendengar penolakan dari Nara. "Ayah, kenapa pintunya gak dibuka?" tanya Razka. Pria kecil itu sudah tidak sabar untuk melihat Nara. Adrian mengusap kepala Razka. "Babang udah makan belum?" tanya Adrian mengabaikan pertanyaan Razka. Karena saat ini masih belum siap untuk bertemu dengan isterinya itu. "Udah," jawabnya singkat. "Tapi, masih laper." Razka mengerucutkan bibirnya, sedikit menyesal karena menolak tawaran dari Bara untuk menyicipi Sop Ikan dan Udang tepung. Adrian terkekeh. Ia segera menurunkan Razka dari gendongannya. "Babang masuk dulu, Ayah mau cari makan di kantin sebentar ya,

