Malaikat kecil

1461 Kata

"Huek.. Huek.. Huek.." Zahra memuntahkan seluruh isi perutnya di wastafel. Sedangkan Raynand memijit tengkuk istrinya sambil membalurkan minyak kayu putih. "Ayo kita ke dokter. Atau mau Aku panggil Rayyan saja kemari?" TanyaRaynand panik. Dia menatap wajah istri nya yang sangat pucat. Sungguh hatinya pilu menatap Zahra yang begitu lemah. "Ga usah. Memang kalau hamil, Aku selalu seperti ini setiap bangun tidur. Ini wajar, Mas. Namanya morning sickness," ucap Zahra lemas. "Wajah kamu pucat, Sayang. " "Udah tenang aja. Aku engga apa-apa kok. Kamu mandi gih. Udah siang. Nanti kamu terlambat." Zahra tak ingin kehamilannya justru membuat sang suami meninggalkan tanggung jawabnya di rumah sakit. "Aku di rumah aja jaga kamu. Rayza biar Pak rahman saja yang antar ke sekolah." Raynand segera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN