Setelah Akmal pergi untuk memberikan penjelasan pada Zahra. Raynand kembali ke ruang kerja pribadi nya. Dia berjalan dengan langkah tegap dan panjang nya. Melewati kubikel para karyawan yang sudah bersikap normal, seperti tak pernah ada kejadian apapun di sana. Semua karyawan bekerja dengan fokus, tak ada yang berani menatap wajah angker milik bos mereka. Sungguh amukan Raynand membuat nyali mereka ciut. Mereka khawatir jika ada kesalahan yang mereka buat, maka akan membuat bos muda yang tampan itu hilang kendali dan efeknya mereka bisa dipecat. No... Mereka masih butuh pekerjaan. Raynand terus melangkahkan kaki jenjang nya menuju ruangan kebanggaannya. Namun dia terkejut melihat sosok yang ada di dalam ruangan itu. Sungguh sosok yang saat ini telah membuatnya muak menatap pemilik waja

