Dilema.

1061 Kata

Sita POV. Vani marah padaku, dia benar-benar marah besar pada diriku. Satu-satunya teman terbaik dan terdekat yang kumiliki kini kecewa karena ulahku. Aku merutuki kebodohanku sendiri, kenapa semua bisa menjadi seperti ini. Dengan langkah gontai aku kembali ke tempat Rama, bahkan kakiku terasa perih karena ternyata aku lupa tidak mengenakan sepatuku saat mengejar Vani. Telapak kakiku tergores batu, menyisakan luka yang menjalari setiap kali aku melangkah. Tapi ini tidak seberapa dibanding dengan hatiku yang sakit. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku hanya mampu mengusap wajahku gusar, sungguh aku bingung. Saat aku mencapai halaman tempat kos Rama, bisa kurasakan pandangan teman-teman Rama yang tadi riuh bersenda gurau memainkan gitar tertuju padaku. Semuanya kini senyap, seolah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN