Rama POV. Sejak kemarin aku terus menunggu hari ini tiba, hari dimana Sita bilang ingin menemui membicarakan sesuatu. Ku harap bukan sesuatu yang buruk. Tapi apapun itu yang terpenting dia mau berbicara padaku lagi. Mengingat bagaimana beberapa waktu yang lalu dia ingin kami kembali menjadi dua orang asing seperti sebelumnya, membuatku hampir frustasi. Benar memang, kami tidak memiliki ikatan apapun, semua itu benar bahwa hubungan ini berawal dari sebuah kesepakatan. Tapi perasaan ini tumbuh tanpa permisi. Dia datang tanpa kompromi. Aku jatuh cinta? Mungkin, karena aku sendiri belum sepenuhnya mengerti. Tapi mendengar Sita ingin menjauh dariku, seolah semua tidak pernah terjadi membuatku sakit dan terluka. Aku tengah melakukan tugasku, kali ini menghibur pengunjung kafe yang kebanyaka

