Setelah dia berbicara panjang lebar dia semakin menggila,minta no wa lah inilah itulah.Dia wa intinya bahwa dia cinta sayang suka tertarik lah sama aku. Dan aku tegaskan sekali lagi bahwa aku sudah punya pasangan. Tapi dia bilang gak peduli,,yang jelas dia suka sama aku dan ingin menjadikan istri nya. Aku mulai merasa kenapa y dari muda yang suka sama aku cowok yang sudah duda. Aku sendiri heran ,waktu dulu di Jakarta ada sopir pribadi. Waktu aku baru 17 tahun dia bilang ingin menjadikan ibu dari anak-anaknya. Aku seumur gitu belum ngerti ini itu. Jangan kan berfikir tentang menikah pacaran aja aku belum. Aku malah jadi merasa takut.
Kembali lagi ke cerita yang tadi. Karena dia mencoba ini itu,,aku lancarkan otak jahatku . Awalnya tolong donk belin aku paketane. Dia bilang dia ditengah laut jadi gak bisa ke mana-mana. Dia cuma mengandalkan satelit. Aku lancarkan lagi aksiku yang ke2. Aku minta dikirimi uang buat beli ini itu. Tapi dia malah mengelak katanya gak punya ATM lah, kerja nya kontraklah jadi kalau ambil gaji harus pulang dulu. Mana tega gue cuma suruh pulang hanya untuk dimintai uangnya.Dengan ketidak mungkinkan itu dia putuskan untuk menunggu . Tapi aku tidak bisa berkhianat jadi aku putuskan kita hanya sebatas didata saja. Dan dia setuju.