Tiba hari pernikahan

232 Kata
Setelah sekian lama menunggu dalam ikatan pertunagan, akhirnya tiba saat aku untuk menikah.Suka cita terasa dalam keluarga ku meskipun aku bukan orang berada dan kurang kasih sayang tapi aku bisa melewati semua itu.Acara ijab kabul dan semua acara terlewati sudah. Tanggung jawab yang semula berada dipundak ayahku kini telah berpindah pada suamiku. awal pernikahan ortu menerima dengan suka cita. Tapi semakin kesini aku berpikir kan terjadi pergesekan dalam rumah tangga. Ortuku yang keras seimbang dengan suami ku yang juga keras.Beberapa bulan dirumah ortu dengan suami yang bekerja tak menentu membuat ku kembali tak nyaman di rumahku sendiri. Dan saat itu suami nekat pergi keluar kota. Dalam beberapa bulan otaku berpikir jika terus seperti ini pasti tidak akan baik. Awal suami kerja gajinya selalu dikirim kepadaku. Dalam hati yang sedih baru nikah ditinggal pergi jauh aku berdoa semoga bisa buat rumah meski kecil. Dan akhirnya gaji pertama suamiku dirantau aku buat pondasi rumah.Penting bisa buat pondasi dulu sedikit demi sedikit. Mana tau nanti juga jadi. Beberapa bulan dirantau suami pulang ibunya sakit. Setelah ibu mertua sembuh aku minta ijin sama mereka buat rumah. Tanpa disangka mertuaku sangat baik satu rumah ful jadi atas bantuan mertua ku. Aku bahagia disaat yang sama aku diberi kepercayaan untuk mempunyai anak. Aku hamil saat suamiku kembali merantau. Dan aku berencana saat aku melahirkan nanti aku sudah dirumahku yang baru. Walau kecil aku senang karena rumah kita sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN