Bab 10

1661 Kata

Rasa takut ini, membuatku tidak mampu melangkah dengan pasti.   Ketakutan. Sampai terbawa mimpi. Itu yang kurasakan kini. Kejadian makan siang bersama tadi, malah membuatku mimpi buruk. Dalam mimpiku itu, aku melihat tawa pak Ranu sangat menyebalkan. Dia bahagia, karena berhasil mengambil ibu dariku dan menjauhkan kami. Sungguh benar-benar mimpi yang menyeramkan. Karena tidak bisa tidur kembali, aku mencoba melihat jam di ponselku. Sudah jam setengah 2 pagi. Dan kedua mataku sudah terbuka dengan sangat lebar. Ingin rasanya mengirimkan pesan ke Elam, atau sekedar meneleponnya. Menemaniku sejenak yang tidak bisa tidur ini. Akan tetapi karena mengingat hari ini adalah senin, dan biasanya Elam keseringan telat bangun hingga akhirnya kami ke kantor naik motor miliknya, membuatku waspada. N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN