Bab 61

1301 Kata

Bukannya memilih, namun terkadang hati paling tahu mana perasaan cinta yang pantas diterima oleh diri ini.   “Kamu yakin tadi lihat pak Ranu?” Pertanyaan yang sama ibu ajukan berulang kali padaku sepanjang perjalanan kami menuju rumah. Sekalipun aku sudah menjawabnya sekali sampai dua kali, ibu seakan tidak puas dengan jawabanku itu. “Rhe ….” “Apa sih, Bu?” “Beneran kamu lihat pak Ranu?” Kembali menatapnya sebal, kepalaku merespon dengan anggukan. “Iya, aku lihat dia. Cuma dia enggak lihat aku.” “Duh, gimana dong ya. Kalau dia tanya-tanya nanti, harus jawab apa?” “Bu! Yang akan ditanya sama dia, itu Rhea, Bu. Bukan Ibu. Kenapa jadi Ibu yang panik?” “Ibu cuma takut kamu salah jawab.” Merasa semakin sebal, aku mengalihkan pandanganku ke arah lain. Menikmati suasana malam ini yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN