Bab 42

1392 Kata

Dalam hidup, kadang memang perlu terluka agar terbiasa melangkah dalam kehidupan.   “Bu ….” Kupanggil pelan ibu, sembari membuka pintu kamar yang kini ibu tempati. Di atas ranjang, tubuhnya masih terlelap lemas. Kondisinya memang belum sepenuhnya pulih. Namun sejak ibu berhasil sadar dari komanya, saat ini dia sudah jauh lebih baik. “Bu ….” Masih mencoba memanggilnya, aku melangkah tertatih masuk ke dalam kamarku ini. Suasananya tidak ada yang berubah. Hanya saja penghuninya yang berbeda. Belum ada respon sedikitpun, aku duduk di pinggir ranjang, mengusap lembut tangan ibu. Tatapanku terus tertuju ke arah wajah, sampai sekujur tubuhku yang kini dipakai ibu. Sungguh aku tidak paham apa namanya posisi kami ini, yang pasti aku dan ibu benar-benar tertukar. “Bu ….” Sekali lagi kupangg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN