Jarum jam terus berputar di dinding kamar rawat inap Samantha. Seharusnya gadis itu sudah boleh pulang kerumah karena kondisinya semakin membaik. Namun tentu Raga melarang Daniel mengijinkan Sam untuk pulang. Berada di Rumah Sakit, dikelilingi banyak perawat dan orang-orang, pasti akan membuat gadis kecil yang kini menjadi remaja itu mengurungkan niatnya untuk melakukan hal bodoh lainnya. Sesi perawatan dengan Psikiater pun telah dilakukan meskipun Sam lebih banyak diam daripada bercerita tentang apa yang ia pikirkan atau rasakan sekarang. "Sam? Ayo, makan dulu buburnya" bujuk Riani, ibu dari Raga. Riani pun menyodorkan sesendok bubur ke hadapan Sam, bermaksud agar cucu satu-satunya itu membuka mulutnya untuk makan. Namun apa lah daya, usaha yang Riani lakukan pun tak membuahkan hasil.

