Rasa bahagia tentu dirasakan oleh Wisnu yang saat ini sedang melangkah pulang setelah salat masjid bersama bapak-bapak yang lain. Wisnu memang selalu rajin untuk beribadah di masjid langsung. Kalaupun tidak sempat, dia hanya akan salat di rumah. Sementara istrinya di rumah masih terlelap. Sepertinya pelan-pelan Wisnu akan mengajarkan Amanda untuk belajar salat. Semuanya butuh proses dan tidak instan tentunya. Apalagi harus mengajarkan Amanda beberapa ilmu agama yang memang dirinya sebagai suami berhak untuk mengajar dan mengaturnya. "Kamu bahagia banget, Nu. Penghasilan di toko sama panennya banyak?" Seorang bapak-bapak tetangga bertanya pada Wisnu yang wajahnya terlihat semeringah dengan senyum manis yang menghiasi wajah tampannya. Wisnu memang memiliki wajah yang tampan dengan ku

