“Yang ini juga dicoba, enak loh masakan mama kamu.” Nampaknya Leo tidak bisa menyadari situasi yang ada, atau mungkin dia sadar hanya saja tidak mau mengakuinya. Aini yang menerima makanan dari Leo menganggukkan kepalanya. “I-iya, terima kasih banyak. Kamu juga … makan yang banyak, ya.” “Nah, nah, kalian juga makan yang banyak.” Leo memberikan senyuman yang begitu manis ke arah dua saudara tiri Aini, berhasil menarik perhatian mereka hingga ada binary terpukau di mata mereka. Merasa puas dengan respons tersebut, Leo menaikkan satu alisnya ke arah Hendramo, seperti ingin menantangnya dan berkata kalau dia ini bisa diandalkan. “Pelan-pelan saja makannya, semuanya mendapatkan bagian,” ujar Niar yang memperhatikan kedua anak perempuannya dengan khawatir sedangkan dia menatap tajam menuju

