Leo menyeruput kopi yang ada di hadapannya dengan malas. Sesekali dia melirik ke arah arloji yang ada di tangannya, memastikan waktu pertemuan yang sudah disetujui tidak terlewat. Meski begitu, dengan seiring berjalannya waktu, wajah Leo justru semakin kacau setiap kali melihat ke arah arlojinya tersebut. Mungkin, orang yang akan bertemu dengannya sudah terlambat terlalu lama. Bahkan kopi yang diminum oleh Leo kini sudah habis, menandakan kalau dia sudah meminum semuanya selama menunggu. Karena merasa kesal, sebuah erangan kecil keluar darinya, menarik perhatian beberapa pengunjung lain. “Ke mana sih dia? Lama banget. Nggak sadar apa kalo gue orang sibuk?” Leo mengecek ponselnya, berusaha untuk mencari pesan yang dia kirimkan kepada orang yang spesifik. Sembari menggulirkan pesan yang

