Ketika Aini baru akan pulang dari kantor Dave, untuk beberapa hari ke depan dia akan pergi ke kampus untuk urusan skripsinya, dia sudah menemukan Leo berada di depan. Seperti biasa, dia menunggu dengan tangan yang dilipat di depan d**a dan juga ekspresinya yang penuh dengan rasa kepuasaan pribadi. Tidak terlupa gayanya yang duduk di atas mobil seperti ingin memamerkan bahwa mobil seperti itu hanya akan dimiliki olehnya. Aini hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat ini, buru-buru berjalan menuju Leo untuk membuat dia sadar akan apa yang sedang dia berusaha untuk lakukan. Bukannya mendengarkan Aini yang bahkan belum mengucapkan apa-apa, tiba-tiba saja Leo sudah memeluknya dengan sangat erat. Dalam posisi mereka yang mengundang perhatian orang-orang yang lewat, teman-teman dari ka

