Suara meja yang dipukul dengan sangat kencang menggelegar di dalam ruangan tersebut. Senyuman yang semula ada di wajah Hendramo, menunjukkan rasa bahagia yang tidak bisa diceritakan dari bibirnya, seketika menghilang. Kini ekspresi Hendramo jadi mengeras dan juga menunjukkan sedikit ketakutan. Dia bahkan mengerutkan keningnya, berusaha untuk membaca mood yang sedang ada di dalam ruangan tesebut. Apa dia baru saja melakukan sebuah kesalahan? Mengapa Leo begitu marah kepadanya? Seluruh pertanyaan berputar di dalam kepala Hendramo, dia sama sekali tidak paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Leo sekarang ini. Karena tidak mau sampai kalah dengan laki-laki sepertinya, Hendramo memasang ekspresi yang sama-sama menunjukkan kalau dia tidak bisa menerima tindakan Leo baru saja. Ini bukan kali pe

