Demi bertemu dengan sahabatnya, Aini sampai berbohong kepada Leo dan berkata akan mencari sebuah dress untuk pernikahan mereka nanti, lebih tepatnya untuk Lia. Karena itulah hari itu Leo tidak menjemput Aini dan membiarkan Aini untuk mneghampiri sahabatnya tersebut. Begitu keduanya bertemu, Lia segera berlari menuju Aini dan memeluknya dnegan erat, mengeluarkan suara seperti tangisan yang tertahan dan mengusap pundak sahabatnya. Meski baru beberapa hari, rasanya tetap seperti sudah lama. Aini yang sudah melepaskan pelukan Lia menatap ke arah tangan yang masih memiliki perban. Kerutan di keningnya tidak bisa terelakkan sampai Lia memutuskan untuk menutupi tangannya di belakang tubuhnya. Pandangannya seperti panic dan dia segera menatap ke sekitar, bersaha untuk menghindari pandangan dari

