Lia nampak berbaring di kasurnya seorang diri. Semenjak Aini sudah kembali ke rumah orangtuanya, Lia merasakan kesepian yang begitu besar. Padahal, besar harapannya untuk bisa berduaan bersama dengan sahabatnya itu. Ketika dia sedang sibuk mempersiapkan skripsinya, maka dia bisa mengobrol bersama dengan Aini, membuat kantuk yang ada di dalam dirinya tersebut menghilang. Sayang, semua hal tersebut kini sudah tidak bisa dia rasakan kembali. Penyesalan di dalam dirinya sangat tidak bisa ditampung, membuat rasa frustasi menyesakkan tubuh. Ketika dia memandang langit kamarnya, dia kembali teringat dengan ekspresi yang diberikan oleh Salsa. Sebenarnya, dia ingin bertanya kepada wanita tersebut, akan alasannya melakukan semua ini. Hanya saja dia merasa takut kalau jawaban yan dia dengar dari Sa

