Bab 48 (Permintaan)

1161 Kata

Jam yang ada di dinding menunjukkan pukul empat sore. Aini yang tertidur di sofa rumah Lia terbangun saat mendengar suara pintu yang terbuka dan tertutup. Matanya yang masih buram tidak bisa menangkap siapa yang datang, namun dia sangat yakin kalau orang tersebut adalah Lia sendiri. Gadis yang baru datang tersebut membaringkan tubuhnya di lantai, tepat di samping Aini dan menghela napas panjang seperti dia baru saja melalui hari yang panjang. Padahal, dia hanya di luar selama beberapa jam. Aini yang mulai sadar menatap sahabatnya tersebut dengan mata terpicing, bukan karena sedang berpikir melainkan karena matanya masih belum bisa terbuka sempurna. Kantuk yang ada di dalam dirinya tersebut tidak kunjung hilang sehingga dia tidak bisa benar-benar menatap ke arah Lia. Sahabatnya tersebut s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN