Waktu terus berlalu. Lien tiada hentinya mendukung Goumin agar pria itu tidak patah semangat meskipun masalah perusahaan seakan tidak ada ujungnya. Siang ini, Lien telah berkutat di dapur bersama alat-alat memasaknya. Dia akan membuatkan makanan kesukaan pria itu agar setelah pulang kerja nanti, Goumin menjadi semangat lagi. Inilah salah satu bentuk dukungan yang diberikannya. Memang tidak seberapa tapi Lien yakin hal kecil ini akan membakar semangat Goumin. Raut wajahnya begitu berseri-seri. Tidak terlihat lelah sedikit pun meski sedari tadi bolak balik ke sana ke mari. "Permisi, nyonya. Bolehkah kami membantu nyonya?" Wanita itu mengalihkan pandangannya ke pelayan yang menawarkan bantuan. Kemudian menggeleng pelan. "Tidak usah. Aku ingin memasakkan makanan spesial untuk suamiku seora

