Pagi
Kringgg kringgg
"ishh berisik ajah" ucap nana sambil mematikan jam itu. Lalu berjalan menuju kamar mandi.
Tok tok tok
"ngel?" teriak alea.
Tidak ada jawaban
"kok diem yah? Yaudh deh gw masuk ajh" gumam alea.
Alea pun masuk lalu menemukan lampu kamar mandi nana menyala.
"ohh lagi mandi, ya udh deh gw tungguin ajh" lalu alea duduk di jekat jendela.
10 menit kemudian.
"loh, lo kok disini?" tanya nana.
"lagi niat nya gw mau bangunin lo, tapi lo nya udh bangun" jawab alea.
"ohh"
"jalan jalan yuk, gw gak mood sekolah. Lagian nanti malem kita kan mau tangkep orang yang korupsi di perusahaan ortu lo" ajak alea.
"yee itu mah maunya lo ajh, gak ah gw mo sekolah. Gw mau liat perkembangan sekolah gw. Oh iya urusan orang itu udh gw serahin ke vio" ucap nana.
"oohh. Btw kalau mo sekolah ini udh jam 9 woi. Entar kalau gw di hukum gimana?" alea.
"lo lupa siapa gw?" nana.
"oiyahhh. Btw katanya rio perangnya di majuin yah? Kok bisa sih?" tanya alea.
"mereka punya rencana licik. Ya walaupun gak selicik gw. Kemungkinnan perang itu akan terjadi besok malem" ucap nana.
"jadi besok rencananya gimana?" tanya alea.
"nanti malem semua pasukan dari BRM, BS, GRM, RD. juga bakal gw suruh dateng. Gw bakal suruh mereka dateng ke mansion gw yang paling besar" ucap nana.
(okay bagi kalian yang bingung sama mafia di sini :
0. Mafia uncle bernama : GOLD ROSE MAFIA.
1. Mafia nana bernama : BLACK ROSE MAFIA.
2. Mafia farel bernama : BLACK SHADOW.
3. Mafia vio bernama : ROSE DIAMOND.
Udh inget kan guys? Kalau belom coba baca chapter 13. Yodahh lanjotttt).
"ok deh kalau gitu, yuk berangkat" alea.
Sesampai mereka sekolah, mereka langsung menuju kantin. Karena udh jam istirahat.
"ALEA ANGEL" teriak karen.
Nana dan alea pun duduk di tempat farel dkk dan vinka dkk.
"udh pada pesen?" tanya alea.
"iyah kita udh, tinggal lo berdua" jawab vina.
"lo mau makan apa ngel?" tanya alea.
(inget ya guys nana masih nyamar)
"nasi goreng ayam gak perdes sama jus alpukat" jawab rio.
"ok" ucap alea lalu memesan makanan untuk dia dan nana.
"yang ditanya angel yang jawab rio" cibir kevin.
"trsh gw, pcr gw jg" jawab rio dingin dan datar.
5 menit kemudian
"nih, tadi lumayan rame jadi agak lama" ucap alea.
"gpp" jawab nana.
"dinginnya kumat dah" batin alea. langsung di hadiahi tatapan tajam dari nana.
"hehehe peace" alea.
Skip mereka pulang.
"kamu pulang sama aku ya?" rio.
"iya, tapi kamu beliin aku es crim" jawab nana.
"siap bu boss" jawab rio dengan senyuman manisnya lalu mengandeng nana menuju mobil lalu pergi.
"gile gile itu rio kan?" ucap kevin terheran heran.
"seenggaknya gw seneng dia bisa ceria lagi setelah ia pergi" ucap viko yang langsung di angguki semuanya.
"gw berharap dia gak sedih lagi. Gw yakin ia juga bakal seneng kalau kembaraan, keluarga, dan sahabatnya bahagia" ucap ales.
"wahh seorang ales ngomong 18 kata woii" heboh kevin.
"keluarga alexander bakal ngomong panjang dan ceria kalau ngomongin Queenya mereka ya itu Victoria Queena Boret Alexander" ucap vinka.
Mereka pun pulang ke mansion masing masing. Berbeda dengan viko dan ales yang ke mansion alexander untuk berdiskusi soal perang itu ke keluarganya.
Sesampai rio dan nana di toko es cream.
"kamu mau rasa apa ia?" tanya rio.
"hmm aku mau vanila ajah deh" jawab nana.
"tumben biasanya coklat" rio.
"gak tau kenapa pengen ajh gituh" ria.
"es cream vanila mediumnya 2" ucap rio datar.
"itu aja? Mau tambahan toping atau minumnya?" tanya pelayan tersebut.
"gak" ucap rio dingin.
"ka-kalau begitu mohon ditunggu pesanannya" ucap pelayan itu yang sempat kaget dengan perubahan nada rio.
Mereka pun ke tempat duduk mereka di dekat dengan pintu kaca.
"kamu kebiasan kalau ngomong dingin banget" ucap nana heran.
"iya gimana lagi" acuh rio.
"kalau ada aku ajh kamu dingin apa lagi aku gak ada" gumam nana.
"apa?" tanya rio.
Nana pun hanya menggeleng lalu menunggu pesanan.
"hmm besok kan perang. Aku mau kamu pake alat perang aku. Kaya pistol, pedang dan yang lain" ucap nana.
"terus aku? aku pake punya kamu, kamu pake apa?" tanya rio heran.
"aku bakal pake alat khusus yang aku buat sendiri. Dan besok kamu sama alea dan temen temen. Aku bakal pisah" perintah nana.
"loh gak bisa gituh dong. Aku harus sama kamu" tolak rio.
"dengerin aku dulu. Mereka kan masih belum sepengalaman kamu. Jadi yang ikut aku farel dan ales ajh. Lagian ada anggota BRM dan GSM yang bakal jadi pasukan aku" jelas nana.
(BRM = Black Rose Mafia)
(GSM = Gold Rose Mafia)
Rio pun hanya bisa pasrah.
Brakk
"jangan ada yang bergerak" perintah ketua pencuri itu.
"cihh sok sokan galak" gumam nana yang di balas senyuman rio karena rio tau nana tidak suka dengan orang yang sombong atau sok jagoan.
Salah satu anggota tersebut langsung menyenyandra salah satu pengunjung di sana.
Nana yang melihat itu pun geram lalu segera berdiri lalu berkata
"woii kalau mau nyandra jangan ibu ibu dong. Pernah denger kan 'surga ada di telapak kaki ibu' jadi kalau lo mau masuk surga ya jangan nyandra ibu ibu. Eh bentar tapi kan lo pantes nya ke neraka" ejek nana.
Ketua itu pun geram lalu segera menembak nana. Tapi sayang nana dengan santai menangkap peluru itu. Semua orang pun kaget dengan apa yang mereka lihat. Karena ketua dan anggota itu lengah nana pun mengkode rio untuk mengambil ibu yang di sandra.
"shitt" teriak ketua pencuri itu.
"mendingan kalian cepet tobat dari pada lawan gw. Entar kalau kalian tobat gw biarin kalian lergi deh" tawar nana.
"HAHAH HEH ANAK KECIL GAK USAH SOK BELAGU DEH. MENDINGAN PULANG SANA TURUS TIDUR SIANG BIAR BEAOK BISA BANGUN PAGI UNTUK SEKOLAH" ejek ketua itu.
Nana pun mengeluarkan smirk nya lalu dengan lihai mesleding ketua itu lalu memukuli anggota yang lain. Lalu di saat itu sebuah kelompok kecil membantu nana dan rio membasmi kelompok pencuri itu.
Setelah itu pelayan toko es cream itu pun menelepon polisi.
Nana pun mengeluarkan pistolnya saat anggota dan ketua itu hendak kabur.
Lalu terdengarlah "BERHENTI LETAKAN PISTOL ITU DI BAWAH" kata polisi itu.
Nana yang mendengan itu segera menurunkan pistol itu tetapi bukan ke lantai tapi ke kantongnya. Lalu nana menunjukan kartunya. Dengan cepat semua anggota polisi itu pun memucat karena nana menujukan bahwa dia adalah ketua BRM.
"maaf miss saya tidak tau. Dan terima masih miss sudah menyelamatkan salah satu warga kami" ucap polisi itu.