"Assalamualaikum." Tiana yang hafal kalau itu adalah suara ibu dan bapaknya langsung antusias turun dari sofa lalu berlari menuju pintu utama. Yama yang baru saja selesai mandi khawatir melihat Tiana yang berlarian seperti itu. Akhirnya ia pun menyusul Tiana dengan langkah besarnya. "Ibu," ucap Tiana ketika ia sudah membuka pintunya. Gadis itu pun langsung memeluk erat tubuh ibunya. "Kumaha damang, Na?" tanya ibunya seraya menyentuh wajah putri sulungnya. "Alhamdulillah baik, bu." Tiana mencium tangan ibunya lalu mencium tangan bapaknya. "Bapak sama ibu kenapa ke sini?" "Ya, apa salahnya datang berkunjung ke rumah mantu bapak, bapak sama ibu kangen sama kamu, Na? Jadi, Yama, tidak apa - apa kan kami berdua datang ke sini?" Tiana sontak membalikkan tubuhnya mengikuti arah pandan

