Bab 35

1901 Kata

 Tiana mengerjapkan matanya dengan perlahan. Ia menoleh ke samping, ternyata ibu mertuanya sudah tertidur. Ia tak menyadari kepulangan ibu mertuanya itu, karena seingatnya tadi sebelum beristirahat, dirinya hanya sendirian di kamar.  Satu hal yang membuatnya tersiksa sekarang. Perutnya terasa perih dan berbunyi minta diberi makan. Dengan lunglai, Tiana pun bangkit dari kasur, lalu ia berjalan keluar kamar. Gadis itu berharap semoga saja masih ada makanan yang tersisa untuk dimakan. Ketika membuka tudung saji yang berada di atas meja makan, Tiana melihat ada sayur lodeh, tahu goreng, tempe goreng dan ayam goreng. Lalu ia menghela napasnya, rasanya tidak selera untuk memakan itu semua. Dirinya sangat ingin makan makanan pedas. Lalu ia pun berinisiatif untuk membuat sambal goreng. Mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN