Bab 71

1760 Kata

 "Masih gak percaya deh," ucap Dirga seraya meminum jusnya. "Tiana woi, astaga ..." Abrar dan Yama hanya saling berpandangan saja. Kini, mereka berempat, Farid, Abrar, Dirga dan juga Yama sedang nongkrong di sebuah warung dekat sekolah. "Pasti ada alasannya gak sih, dia sampe ngelakuin hal itu?" tanya Farid. "Uang. Tiana kan, maaf ya ... dia gak mampu, pasti butuh uang dong," jawab Dirga. "Sok tau lu," jawab Yama dengan cepat. Ia sudah tak bisa lagi mendengar ucapan-ucapan tak mengenakkan tentang Tiana. Gadis tak salah apapun, seharusnya di sini ia lah yang disalahkan bukan Tiana. "Ya kan gue cuma nebak, Yam. Lagian juga emang udah gak kaget lagi kan anak SMA deket sama Om-om," ujar Dirga. "Gue sering lihat sih, kalau jalan ke Mall, banyak anak SMA ya emang mainnya sama Om-om."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN