POV Rayyan Tak terasa hampir dua bulan Nasha menjadi istriku. Aku bersyukur memiliki istri seperti dia. Dia sangat mandiri sekali tapi bisa menjadi sangat manja kalau bersamaku. Dan aku suka. Aku pikir dia gak bisa masak, kan istriku tomboy tapi ternyata hasil masakannya tak kalah enak seperti Ibu mertua dan almarhum Nisha. Meski terkadang kami bertengkar tapi masih kategori wajar, kami lebih sering bercanda dan berakhir di ranjang. Hahaha. Aku sekarang tinggal di tempat mertua tapi setiap hari Sabtu Minggu kami menginap di rumah orang tuaku. "Masih ada pasien Sus Hera?" tanyaku. "Tidak ada Dok, cuma dokter nanti ada jadwal operasi jam tiga sore," jawab Suster Hera yang membantuku. "Operasi apa Sus?" "Sesar dok." "Oke." Huft akhirnya bisa sedikit beristirahat. Aku menuju ke musho

