"Cepat-cepat!" Dua buah ranjang disiapkan untuk dua korban, salah satu korban langsung dibawa ke ruang IGD sedangkan yang lainnya langsung menuju ruang operasi. Rayyan, Nasha, Ayana dan Wisnu langsung menuju ke rumah sakit begitu mendapat telepon dari Royyan. Tindakan pertolongan langsung dilakukan pada Fiqa, beruntung sekali Fiqa memakai rompi anti peluru. Entah sejak kapan gadis itu memakainya, rompi yang dipakai adalah jenis rompi berbahan tipis tapi mampu menahan tembakan. Ketidaksadaran gadis itu lebih diakibatkan karena syok dan kurangnya asupan makanan dan minuman. Sedangkan luka-luka di tubuhnya tidak terlalu parah namun tetap harus diperiksa lebih lanjut. Sementara di ruang operasi, Elang tengah bertaruh nyawa. Dua tembakan bersarang pada punggungnya. Peluru harus segera dia

